Tugas Softskill
Siti Aufaa Ni Matin
18513527
Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
2014
3. RUANG LINGKUP IPA
1.1 Alam Semesta dan Isinya baik Mikrokosmos Maupun Makrokosmos
Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos. Alam semesta merupakan suatu ruangan tempat kita berada dan semua benda yang kita lihat, sedangkang mikrokosmos adalah benda- benda yang memiliki ukuran kecil dan makrokosmos adalah benda- benda dengan ukuran yang sangat besar. Jadi alam semesta merupaka ruangan dimana berisi benda- benda dari yang terkecil hingga yang paling besar. Isi alam semesta adalah matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, satelit, meteroid, komet dan asteroid.
a. Matahari, sumber tata surya yang berada disekitar 100.000.000.000 juta cahaya dalam galaxi bima sakti yang menyinari seluruh planet, yang tersusun atas Hidrogen, Helium, dan sisanya merupakan gabungan dari oksigen, magnesium, nitrogen, silikon, karbon, belerang, besi, natrium, kalsium,dan nikel.
b. Planet dan satelit
Republik Ceko telah sepakat bahwa pada tanggal 24 agustus 2006 terdapat 8 planet yaitu Merkurius yang merupakan planet terdekat dari matahari, Venus, Bumi merupakan planet yang bisa ditinggali makhluk hidup, Mars merupakan planet merah, Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya, Saturnus merupakan planet terbesar kedua dalam tata surya, Uranus merupakan planet cincin, Neptunus merupakan planet terjauh dari tata surya.
c. Komet
Biasa disebut dengan bintang berekor yang senantiasa datang mengunjungi matahari secara priodik
d. Meteor
Benda langit dari luar angkasa yang biasa dibilang bintang jatuh apabila masuk ke bumi karena mengalami gesekan yang sangat kuat.
e. Asteroid
Sama seperti planet yang tampak bersinar karena menerima atau dipantulkan oleh cahaya matahari. Contoh Trojan, Apollo, Cerres
1.2 Teori terjadinya alam semesta.
a. Teori Steady State
Penggabungan alam yang berlangsung secara terus menerus yang digantikan oleh materi baru yang mengakibatkan tercipta alam semesta.
b. Teori Ekspansi dan Kontraksi
Ada suatu siklus yang terjadi dan mengalami masa ekspansi membentuk galaksi dan bintang di dalamnya. Pada masa kontraksi galaksi dan bintang meredup dan menyusut sehingga mengeluarkan tenaga panas yang tinngi atau mengembang dan memampat.
c. Teori Big- bang
Akibat ledakan yang dasyat yang dilanjutkan oleh pengembangan alam semesta.
4. KEHIDUPAN DI BUMI
1.3 Planet Bumi Sebagai Bagian Dari Sistem Tata Surya
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya, dan merupak planet satu- satunya yang bisa ditinggali oleh makhluk hidup. Bentuk permukaan bumi berbeda- beda, mulai dari lautan, daratan, pegunungan, perbukitan, lembah dan sebagainya. Bumi mengalami perputaran pada porosnya yang disebut berotasi dan bergerak mengelilingi matahari yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Berikut teori terbentuknya bumi:
a. Teori Bigbang
Gumpalan kabut yang berputar pada porosnya yang memungkinkan bagian kecil terlempar dan bagian besar berkumpul membentuk cakram raksasa. Suatu ketika gumpalan meledak yang membentuk galaksi dan nebula. Bagian yang terlempar tadi mendingin dan memadat sehingga membentuk planet seperti bumi.
b. Teori Kabut
Gas yang menjadi kabut, akibat adanya gaya tarik menarik antara gas yang berputar dengan cepat. Bagian yang terlempar akan membentuk planet dan bagian besar akan membentuk matahari.
c. Teori Planetesimal
Matahari di dekatkan oleh bintang besar yang menyebabkan terjadinya penarikan akibatnya terjadi ledakan. Gas yang meledak mengembun dan membekuy menjadi benda padat yang menjadi planet- planet.
d. Teori Pasang Surut
Apabila bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek menyebabkan psang surut. Apabila bintang bermassa sama dengan matahari akan membentuk gunung- gunung.
Lapisan- lapisan bumi dan fungsinya:
a. Atmosfer
Lapisan yang menyelimuti bumi, dimana lapisan ini terbentuknya cuaca, dan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan pengatur suhu pada bumi
b. Troposfer
Lapisan terpenting karena merupakan habitat dari berbagai jenis makhluk hidup
c. Termosfer
Lapisan yang membantu memancarkan sinyal radio
Teori Abiogas merupakan makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau ada dengan sendirinya, yang dicetuskan oleh Aristoteles dan John Nedham. Teori Biogas merupakan makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup, yang dicetuskan oleh Francesco Redi, Lazzero Spallanzani dan Louis Pastuer.
5. PERKEMBANGAN SEKSUAL & ASEKSUAL
Reproduksi adalah salah satu cara untuk mempertahankan diri dan melanjutkan keturunan agar tidak hilang atau punah.
1. Reproduksi Seksual (Generatif)
Membutuhkan keterlibatan dua individu dari jenis kelamin yang berbeda, sehingga terjadi pencampuran genetik yang membentuk individu baru. Pada organisme mempunyai dua jenis gamet yaitu jantan dan betina yang dapat dibedakan oleh ukuran dan kelakuan.
Contoh:
a. Penyerbukan pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)
Penyerbukan dibantu oleh angin dengan menempelkan serbuk sari ke liang bakal biji, seperti pinus,pakis haji
b. Penyerbukan pada biji tertutup (Angiospermae)
Menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda, seperti bunga sepatu bunga cabai
2. Reproduksi Aseksual (Vegetatif)
Suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa melibatkan individu lainnya dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak contoh dari aseksual, dan tidak dibatasi kepana organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan melakukan reproduksi aseksual.
Reproduksi Aseksual di bagi menjadi 2:
1. Vegetatif Alami
Terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia
2. Vegetatif Buatan
Karena bantuan pihak lain yaitu manusia
6. GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
A. Penyebaran Makhluk Hidup
Kehidupan tersebut tersebar di berbagai lapisan biosfer seperti dipermukaan bumi di dalam tanah, air dan udara yang saling bersatu. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup ditentukan oleh berbagai hal yaitu,
a. Evolusi
Jenis makhluk hidup terjadi proses perkembangan dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang sempurna yang terjadi secara perlahan.
b. Seleksi Alam
Penyaringan lingkungan hidup oleh alam sehingga yang tetap tinggal hanyalah yang bisa menyesuaikan diri, atau yang paling kuat akan bertahan.
c. Adaptasi
Apabila makhluk ingin tetap tinggal maka ia harus menyesuaikan diri dilingkungan sekitar. Terdapat perbedaan dalam penyebaran seperti apabila di darat dipengaruhi iklim, kesuburan tanah,ketersediaan air dan lain- lain.
B. Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. Unsur- unsur yang meliputi letak garis lintang, tinggi tempat, suhu udara, kelembapan udara, curah hujan, dan pengaruh arus laut.
Iklim dibedakan menjadi 4:
1. Iklim Tropis,
Suhu udara tinggi dan curah hujan tinggi seperti Indonesia
2. Iklim Sub Tropis,
Tekanan udara tinggi dn kering, dijumpai savana dan gurun pasir seperti Mesir
3. Iklim Sedang
Memiliki 4 musim yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi
4. Iklim dingin atau kutub
Suhu udara sangat dingin pada belahan bumi bagian selatan.
C. Pembagian Wilayah Penyebaran Binatang
Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah menjadi 8 bagian yaitu:
1. Ethiopian
Meliputi benua Afrika, dari sebelah selatan Gunung Sahara, Madagaskar dan selatan Saudi Arabia. Hewan di daerah ini adalah gajah afrika, badak, gorila, babon, simpanse.
2. Paleartik
Meliputi seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah kutub utar sampai pegunungan Himalaya. Hewan di daerah ini adalah Panda, Unta, bajing, kelelawar.
3. Neartik
Meliputi kawasan Amerika Serikat,utara dan Greenland. Hewan di daerah ini adalah bison,domba, anjing, kucing,kelelawar,muskox.
4. Neotropikal
Meliputi Amerika Tengah,selatan dan sebagaian besar Meksiko. Hewan di daerah ini adalah piranha, belut listrik, tapir, kera hidung merah.
5. Oriental
Fauna terbesar di wilayah ini tersebar di asia selatan, tenggara termasuk Indonesia. Hewan di daerah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng.
6. Australian
Meliputi kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, hewan di daerah ini adalah burung cendrawasih, burung kasuari,dll.
7. Oceanik
Meliputi wilayah kepulauan di samudra pasifik. Hewan di daerah ini adalah hampir sama dengan wilayah australian
8. Antartik
Meliputi wilayah di kutub selatan, hewan di daerah ini adalah rusa kutub, pinguin, anjing laut, kelinci kutub dan beruang kutub.
7. EVOLUSI
A. Teori Evolusi yang Terjadi Pada Makhluk Hidup
1. Teori Aristoteles (384-322 SM)
Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
2. Teori Anaximander (500 SM)
Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.
3. Teori Empedoclas (495-435 SM)
Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.
4. Teori Erasmus Darwin (1731- 1802)
bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudulZoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.
5. Teori Sir Charles Lyell (1797-1875)
Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
B. Perubahan Pada Makhluk Hidup Yang Disebabkan Oleh adanya Adaptasi Dan Seleksi Alam
1. Teori evolusi menurut Jean Lamarck
- Evolusi organik terjadi karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungannya dapat diturunkan.
- Organ yang mengalami perubahan karena terus menerus dipakai akan berkembang makin sempurna dan organ yang tidak diperlukan lagi lama kelamaan perkembangannya menurun dan akhirnya rudiment atau atrofi.Teori Lamarck disanggah Weismann.
2. Teori evolusi menurut Charles Darwin
- Spesies yang ada sekarang adalah keturunan dari spesies-spesies sebelumnya.
- Seleksi alam sangat menentukan berlangsungnya mekanisme evolusi.
a. Ciri- ciri revolusi adalah:
1. Evolusi adalah perubahan dalam satu populasi BUKAN perubahan individu.
2. Evolusi memerlukan penyimpangan genetik sebagai bahan mentahnya. Dengan kata lain harus ada perubahan genetik dalam evolusi.
3. Dalam evolusi perubahan diarahkan oleh lingkungan, harus ada faktor pengarah sehingga evolusi adalah perubahan yang selektif.
b. Faktor- faktor Peubahan:
1. Mutasi gen maupun mutasi kromosom menghasilkan bahan mentah untuk evolusi. Tetapi Darwin sendiri sebenarnya tidak mengenal mutasi ini, sementara mutasi merupakan peristiwa yang sangat penting yang mendukung keabsahan teori Darwin.
c. Adaptasi morfologi
penyesuaian bentuk tubuh. Struktur tubuh. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar
d. Adaptasi Fisiologi
penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Kamu tidak mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh
.
e. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.
f. Seleksi Alam
Misalnya perubahan lingkungan. Persaingan antarorganisme. dan proses makan dimakan. yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam.
C. Contoh Makhluk Hidup Yang Mengalami Perubahan Atau Evolusi Karena Adaptasi Dan Seleksi Alam
Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.
8. KIMIA DAN FISIKA
A. Materi
Materi atau zat adalah sesuatu yang memiliki massa, volume dan sifat-sifat, dimana dibedakan menjadi 3 wujud yaitu padat, gas, dan cair yang bersifat kimia dan fisika. Perubahan materi dipengaruhi oleh energy kalor, listrik atau kimia. Perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika terjadi jika jenisnya tidak berubah meskipun sifat-sifat fisiknya mengalami perubahan. Sedankan perubahan kimia terjadi jika suatu materi mengalami perubahan kimia jika jenis zat berubah atau reaksi kimia.
B. Pengertian Unsur dan Sistem Periodik Unsur
Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa, yang bersifat padat, gas, cair. Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kima antar dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungannya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya.
Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor ataom dari kemiripan sifat. Lajur horizontal disebut periode, disusun menurut kenaikan nomor atom, sedangkan lajur vertikal disebut golongan, disusun menurut kemiripan sifat. Sistem periodik unsur modern disebut juga sistem periodik panjang, terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Periode 1, 2, dan 3 disebut periode pendek karena berisi sedikit unsur, sedangkan periode lainnya disebut periode panjang. Golongan terbagi atas golongan A dan golongan B. Unsur-unsur gologan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut golongan transisi.
C. Energy
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule. Terdapat beberapa bentuk energi antara lain, energi kimia, energi listrik, energi cahaya, energi bunyi, energi nuklir dan energi mekanik
D. Sifat Fisika, Cabang-Cabang Fisika dan Hubungannya dengan Pengetahuan Lain
Sifat fisika adalah sifat suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan.
Terdapat banyak cabang-cabang fisika dan banyak pula yang berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya. Cabang-cabang fisika antara lain, mekanika adalah satu cabang fisika yang mempelajari tentang gerak. Mekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom.Mekanika fluida adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari fluida.Termodinamika adalah kajian tentang energi atau panas yang berpindah.
Fisika Optik (Geometri) adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang cahaya. Kosmografi/astronomi adalah ilmu mempelajari tentang perbintangan dan benda-benda angkasa. Fisika Kedokteran (Fisika Medis) membahas bagaimana penggunaan ilmu fisika dalam bidang kedokteran (medis). Fisika radiasi adalah ilmu fisika yang mempelajari setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang dan akhirnya diserap oleh benda lain. Fisika Lingkungan adalah Ilmu yang mempelajari kaitan fenomena fisika dengan lingkungan.Geofisika adalah perpaduan antara ilmu fisika, geografi, kimia dan matematika.
E. Pengukuran, Besaran dan Demensi
Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sebagai patokan. Dalam pengukuran, terdapat 2 faktor utama, yaitu perbandingan dan patokan (standar).
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka serta mempunyai nilai satuan.
Dimensi menyatakan sifat fisis suatu besaran. Dimensi merupakan simbol dari besaran pokok. Ada 2 macam dimensi, yaitu dimensi primer dan dimensi sekunder.
9. EKOLOGI dan Dampak Perkembangan IPTEK terhadap kehidupan manusia
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya.
Perkembangan IPTEK di era Globalisasi ini sudah berkembang dengan baik dan pesat, alat alat yang digunakan sudah semakin canggih dan praktis, segala sesuatu sudah menggunakan mesin dan tidak mengerjakan secara manual sehingga meminimalisir penggunaan waktu yang terbuang.
a. Peran ilmu pengetahuan dalam pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder:
ilmu pengetahuan sanglah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan primer yaitu kebutuhan yang sangat mendasar sekali seperti kebutuhan makan, tempat tinggal dan pakaian. dengan kemajuan IPTEK di zaman ini, semakin banyak orang mampu menemukan alat alternatif untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder. Seperti contoh banyak diciptakannya makan siap saji guna mempercepat dalam memenuhi kebutuhan kita seperti adanya mie instan, bubur instan, dll.
b. Peran IPTEK terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya
1. Pada bidang ekonomi,
kemajuan IPTEK dapat dirasakan, Sebagai Contoh, kita dapat membuat software game yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat terutama pada anak-anak. Selain itu, kita dapat memanfaatkan media elektronik lainnya untuk mengembangkan usaha kita. Dengan teknologi, kita juga dapat mempromosikan usaha-usaha kita.
2. pada bidang sosial
mengakibatkan berubahnya nilai nilai sosial pada masyarakat. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi.
3. Pada bidang budaya
berkembangnya IPTEK mengakibatkan banyak budaya luar yang masuk ke dalam negri kita dan tidak jarang ada beberapa orang yang mulai meninggalkan kebudayaan negri sendiri sehingga lama kelamaan kebudayaan sendiri hanya tinggal cerita, sehingga kita sebagai masyarakat yang baik harus bisa memilih mana kebudayaan yang baik dan buruk sehingga tidak terombang ambing.
10. HIMPUNAN DAN BILANGAN
Himpunan merupakan suatu konsep dasar di matematika.
Contoh Kelompok/kumpulan yang merupakan suatu himpunan:
Kelompok hewan berkaki empat.
Yang merupakan anggota, misalnya : Gajah, sapi, kuda, kambing
Yang merupakan bukan anggota, misalnya : ayam, bebek, itik.
12. RELASI
Suatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan elemen-elemen di A dengan elemen-elemen di B.
· Produk cartesius relasi
Misalnya x = {a, b, c} dan y = {1, 2, 3} maka:
X x y = {(a, 1), (a, 2), (a, 3), (b, 1), (b, 2), (b, 3), (c, 1), (c, 2), (c, 3)}.
X x y dibaca “x cross y”
· Relasi, invers, dan komposisi relasi
- Relasi Invers
Jika y = f(x) dan x = g(y) maka dikatakan g invers dari f, dan sebaliknya. Invers dari f (x) di tulis f -1(x). Jika f(x) o g(x) = 1, maka f -1(x) = g(x) dan g -1(x) = f(x)
- Komposisi relasi
Suatu Fungsi f dengan daerah asal Df dan daerah hasil Rf dan fungsi g dengan daerah asal Dg dan daerah hasil Rg untuk “f komposisi g” dilambangkan f o g = {(x,y) | x ε Dg, y ε Rf dan y = f(g(x))} dimana Dg ∩ Rf ≠ Ø
· Sifat-sifat relasi
1. Refleksif (reflexive)
Suatu relasi R pada himpunan A dinamakan bersifat refleksif jika (a, a) ∈ R untuk setiap a ∈ A.
2. Simetri (symmetric) dan Anti Simetri (antisymmetric)
Suatu relasi R pada himpunan A dinamakan bersifat simetri jika (a, b) ∈ R, untuk setiap a, b ∈ A, maka (b, a) ∈ R.
3. Transitif (transitive)
Suatu relasi R pada himpunan B dinamakan bersifat transitif jika (a, b) ∈ R dan (b, c) ∈ R, maka (a, c) ∈ R, untuk a, b, c ∈ B.
13. FUNGSI
Dengan memperhatikan bagaimana elemen-elemen pada masing-masing himpunan A dan B yang direlasikan dalam suatu fungsi, maka kita mengenal tiga sifat fungsi yakni sebagai berikut :
1. Injektif (Satu-satu)
Misalkan fungsi f menyatakan A ke C maka fungsi f disebut suatu fungsi satu-satu
(injektif), Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:A→C adalah fungsi injektif apabila a ≠ a’ berakibat f(a) ≠ f(a’) atau ekuivalen, jika f(a) = f(a’)
maka akibatnya a = a’.
2. Surjektif (Onto)
Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke C maka daerah hasil f(A) dari fungsi f adalah himpunan bagian dari C. Apabila f(A) = C, yang berarti setiap elemen di C pasti merupakan peta dari sekurang-kurangnya satu elemen di A maka kita katakan f adalah suatu fungsi surjektif atau “f memetakan A Onto C”.
3.Bijektif (Korespondensi Satu-satu)
Suatu pemetaan f: A→C sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang injektif dan surjektif sekaligus, maka dikatakan “f adalah fungsi yang bijektif” atau “ A dan C berada dalam korespondensi satu-satu”
· Jenis – jenis Fungsi
a. Fungsi Konstan
b. Fungsi Identitas
c. Fungsi Linear
d. Fungsi Kuadrat
e. Fungsi Rasional
· Domain, Kodomain, Range
Domain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan, sedangkan range adalah daerah hasil.
14. PROPOSISI
Pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah dan tidak boleh kedua-duanya.
Unsur-unsur proposisi
1. Term subyek: hal yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan.
2. Term predikat: apa yang diakui atau diingkari tentang subyek.
3. Kopula: penghubung (adalah, bukan / tidak) antara term subyek dan term predikat, dan
Macam-macam Proposisi
Berdasarkan sifat pengakuan atau pengingkarannya:
(1) Proposisi kategoris: proposisi dimana pengakuan atau pengingkaran atas hubungan term subyek dan term predikat berlaku tanpa syarat.
(2) Proposisi analisis: Term predikat tidak menambahkan unsur pengertian baru kepada term subyek.
(3) Proposisi afirmatif: kopulanya positif = mengakui atau mengiyakan hubungan antara term subyek dan term predikat.
(4) Dibedakan antara proposisi singular, proposisi partikular, dan proposisi universal. Kuantitas suatu proposisi ditentukan oleh luas term subyek proposisi itu.
15. LOGIKA
Aristoteles (384-322 SM).Tokoh ini belum menyebutkan dengan istilah “Logika”.Beliau menggunakan istilah “Analitika” dan “Dialektika”. Analitika digunakan untuk menyebut cara penalaran yang berdasarkan pada pernyataan-pernyataan yang benar. Sedang dialektika digunakan untuk menyebut cara penalaran yang berdasarkan pada patokan-patokan duga. Kemudian Analitika dan Dialektika, kedua-duanya merupakan jenis pengetahuan yang disebut Logika.
Dalam perkembangan selanjutnya, Logika pada umumnya dipandang sebagai salah satu cabang pengetahuan Filsafati.Kini, Logika ditetapkan secara pasti sebagai suatu ilmu, yakni ilmu mengenai penyimpulan formal atau ilmu tentang proses-proses penalaran.
12. RELASI
Suatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan elemen-elemen di A dengan elemen-elemen di B.
· Produk cartesius relasi
Misalnya x = {a, b, c} dan y = {1, 2, 3} maka:
X x y = {(a, 1), (a, 2), (a, 3), (b, 1), (b, 2), (b, 3), (c, 1), (c, 2), (c, 3)}.
X x y dibaca “x cross y”
· Relasi, invers, dan komposisi relasi
- Relasi Invers
Jika y = f(x) dan x = g(y) maka dikatakan g invers dari f, dan sebaliknya. Invers dari f (x) di tulis f -1(x). Jika f(x) o g(x) = 1, maka f -1(x) = g(x) dan g -1(x) = f(x)
- Komposisi relasi
Suatu Fungsi f dengan daerah asal Df dan daerah hasil Rf dan fungsi g dengan daerah asal Dg dan daerah hasil Rg untuk “f komposisi g” dilambangkan f o g = {(x,y) | x ε Dg, y ε Rf dan y = f(g(x))} dimana Dg ∩ Rf ≠ Ø
· Sifat-sifat relasi
1. Refleksif (reflexive)
Suatu relasi R pada himpunan A dinamakan bersifat refleksif jika (a, a) ∈ R untuk setiap a ∈ A.
2. Simetri (symmetric) dan Anti Simetri (antisymmetric)
Suatu relasi R pada himpunan A dinamakan bersifat simetri jika (a, b) ∈ R, untuk setiap a, b ∈ A, maka (b, a) ∈ R.
3. Transitif (transitive)
Suatu relasi R pada himpunan B dinamakan bersifat transitif jika (a, b) ∈ R dan (b, c) ∈ R, maka (a, c) ∈ R, untuk a, b, c ∈ B.
13. FUNGSI
Dengan memperhatikan bagaimana elemen-elemen pada masing-masing himpunan A dan B yang direlasikan dalam suatu fungsi, maka kita mengenal tiga sifat fungsi yakni sebagai berikut :
1. Injektif (Satu-satu)
Misalkan fungsi f menyatakan A ke C maka fungsi f disebut suatu fungsi satu-satu
(injektif), Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:A→C adalah fungsi injektif apabila a ≠ a’ berakibat f(a) ≠ f(a’) atau ekuivalen, jika f(a) = f(a’)
maka akibatnya a = a’.
2. Surjektif (Onto)
Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke C maka daerah hasil f(A) dari fungsi f adalah himpunan bagian dari C. Apabila f(A) = C, yang berarti setiap elemen di C pasti merupakan peta dari sekurang-kurangnya satu elemen di A maka kita katakan f adalah suatu fungsi surjektif atau “f memetakan A Onto C”.
3.Bijektif (Korespondensi Satu-satu)
Suatu pemetaan f: A→C sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang injektif dan surjektif sekaligus, maka dikatakan “f adalah fungsi yang bijektif” atau “ A dan C berada dalam korespondensi satu-satu”
· Jenis – jenis Fungsi
a. Fungsi Konstan
b. Fungsi Identitas
c. Fungsi Linear
d. Fungsi Kuadrat
e. Fungsi Rasional
· Domain, Kodomain, Range
Domain disebut juga dengan daerah asal, kodomain daerah kawan, sedangkan range adalah daerah hasil.
14. PROPOSISI
Pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah dan tidak boleh kedua-duanya.
Unsur-unsur proposisi
1. Term subyek: hal yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan.
2. Term predikat: apa yang diakui atau diingkari tentang subyek.
3. Kopula: penghubung (adalah, bukan / tidak) antara term subyek dan term predikat, dan
Macam-macam Proposisi
Berdasarkan sifat pengakuan atau pengingkarannya:
(1) Proposisi kategoris: proposisi dimana pengakuan atau pengingkaran atas hubungan term subyek dan term predikat berlaku tanpa syarat.
(2) Proposisi analisis: Term predikat tidak menambahkan unsur pengertian baru kepada term subyek.
(3) Proposisi afirmatif: kopulanya positif = mengakui atau mengiyakan hubungan antara term subyek dan term predikat.
(4) Dibedakan antara proposisi singular, proposisi partikular, dan proposisi universal. Kuantitas suatu proposisi ditentukan oleh luas term subyek proposisi itu.
15. LOGIKA
Aristoteles (384-322 SM).Tokoh ini belum menyebutkan dengan istilah “Logika”.Beliau menggunakan istilah “Analitika” dan “Dialektika”. Analitika digunakan untuk menyebut cara penalaran yang berdasarkan pada pernyataan-pernyataan yang benar. Sedang dialektika digunakan untuk menyebut cara penalaran yang berdasarkan pada patokan-patokan duga. Kemudian Analitika dan Dialektika, kedua-duanya merupakan jenis pengetahuan yang disebut Logika.
Dalam perkembangan selanjutnya, Logika pada umumnya dipandang sebagai salah satu cabang pengetahuan Filsafati.Kini, Logika ditetapkan secara pasti sebagai suatu ilmu, yakni ilmu mengenai penyimpulan formal atau ilmu tentang proses-proses penalaran.







