Pasti kalian yang bukan orang bengkulu enggak tau apa sih Tabot ini, disini akan di bahas secara cepat apa yang di maksud dengan tabot itu, let's read :)
Tabot adalah suatu tradisi atau upacara untuk memperingati wafatnya Husein cucu dari Nabi Muhammad yang telah berjuang untuk agama islam yang dilakukan bertepatan pada 1-10 muharam.
1. Sejarah singkat kebudayaan Tabot, kebudayaan tabot ini awal mula dibawa oleh orang orang India yang berasal dari Siphoy dimana bersamaan dengan datangnya tentara Inggris ke Bengkulu tahun 1685. Salah satu pendatangnya ialah Ulama Syiah bernama Syeh Burhanuddin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Imam Senggolo, beliau lah yang pertama kali memperkenalkan upacara Tabot kepada masyarakat Bengkulu. Kebudayaan ini kemudian diwariskan kepada anak cucu hingga sekarang.Upacara tabot ini sering juga dikenal dengan sebutan "Tabut", dan tidak hanya di Bengkulu saja tabot juga dikenal juga didaerah sumatra barat yang lebih terkenal dengan "Tabui" yang memiliki arti yang sama yaitu upacara berkabung kaum Syi'ah. Nama Tabot sendiri berasa dari bahasa Arab yaitu Tabut yang secara harfiah berarti kotak kayu atau peti. Orang Bengkulu percaya bahwa apabila tidak melakukan upacara ini maka akan mendatangkan musibah seperti wabah penyakit dan lain lain. Berikut ini adalah tahapan dalam melakukan upacara Tabot.
prosesi ritual tabot
Upacara tabot di Bengkulu mengandung aspek ritual dan non ritual. Aspek ritual adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh keluarga keturunan tabot yang diikuti oleh sepuluh keturunan langsung dan dalam mengadakan upacara memiliki ketentuan yang harus ditaati, sedangkan aspek non ritual bebas diikuti oleh siapa saja.
Upacara Tabot yang dilaksanakan setiap tahun oleh Keluarga Keturunan Tabot. Adapun tahapan prosesi ritual tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengambil tanah (1-4 muharam), pada saat inilah kita menggambil tanah yang dianggap memiliki nilai magis, dan kita tidak boleh sembarangan mengambil tanah. Beberapa tempat yang mereka anggap keramat yaitu,
a. Keramat Tapak Paderi
Yang terletak di tepi laut berjarak sekitar 100 meter kea rah utara dari Benteng Marlborough. Di sebuah ujung karang yang lebih tinggi dari permukaan pantai, di sudut kanan Pelabuhan Lama.
b.Keramat Anggut
Yang terletak di pekuburan umum Pasar Tebek dekat Tugu Hamilton di sebelah Hotel Grage Horison Bengkulu.
Upacara ini untuk mengenang asal manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah.
2. Duduk Penja, adalah benda yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari-jarinya, oleh karena itu penja ini disebut juga jari-jari.benda ini dipercaya mengandung kekuatan magis,yang harus dirawat, dicuci dengan air bunga dan air limau (jeruk) setiap tahunnya. Prosesi upacara mencuci Penja ini disebut dengan “Duduk Penja". Penja diarak dan dipulangkan kerumah sebagai penghormatan kepada alhusein dan mengajak mensucikan diri dan berdoa kepada Allah SWT yang dilakukan pada tanggal 05 Muharram sore hari.
3. Menjara, mengingat sejarahnya kembali yang ditunjukkan dengan arakan dol yang merupakan alat music tradisional masyarakat melayu Bengkulu dan panji panji kebesaran dalam detik detik perjalanan menuju medan perang.
4. Meradai, Acara meradai ini dilakukan pada tanggal 06 Muharram,,mengisahkan pemberitahuan/ sosialisasi bahwa alhusein telah meninggal supaya mendorong partisipasi masyarakat dalam bentuk apapun misalnya pemebrian beras,gula,dan uang.
5. Arak Penja, penja di arak pada hari ke delapan muharam sekitar di mulai sekitar pukul 19.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Acara ini dimulai dan berakhir di depan Rumah Kediaman Jabatan Gubernur Bengkulu.
6. Arak Serban, Arak Serban / Sorban berlangsung pada malam ke Sembilan bulan Muharram yang dimulai sekitar pukul 19.00 s/d 21.00. dimana mulai dan akhirnya telah ditentukan. Benda yang diarak selain penja, ada juga Serban / Sorban putih diletakkan pada Tabot Coki (Tabot Kecil), dilengkapi dengan bendera / panji-panji berwarna putih dan hijau atau biru yang bertuliskan “Hasan dan Husein” dengan huruf kaligrafi yang indah.
7.Gam (masa tenang/berkabung), Masa Gam ini berlangsung pada pukul 07.00 Wib sampai dengan sore hari kira-kira pukul 16.00 Wib, dimana pada waktu tersebut semua aktifitas yang berkenaan dengan upacara Tabot tidak boleh dilakukan termasuk menyembunyikan Dol dan Tassa. Jadi masa Gam ini dapat disebut juga masa tenang.
8. Arak Gedang, Arak gedang dilaksanakan pada tanggal 09 Muharram atau malam ke 10 Muharram, yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wib dengan diawali acara ritual pelepasan Tabot bersanding di Gerga masing-masing.Di jalan protocol semua Tabot bertemu sehingga membentuk Arak Gedang (Pawai Akbar) menuju lapangan utama.
9. Tabot Terbuang, Acara terakhir dari rangkaian Upacara Ritual Tabot adalah acara Tabot terbuang. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 Wib seluruh Tabot telah berkumpul di Lapangan Merdeka di depan rumah jabatan Gubernur Bengkulu. Tabot-tabot disandingkan yang diikuti oleh masing-masing personil kelompok tabot. Pada sekitar pukul 10.00 Wib arak-arakan Tabot dilepas oleh Gubernur Bengkulu untuk menuju komplek pemakaman umum Karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual tabot terbuang karena di sana dimakamkan Imam Senggolo (Syeh Burhanuddin) pelopor upacara Tabot di Bengkulu. Dengan berakhirnya Tabot terbuang maka berakhirlah semua prosesi ritual upacara Tabot.
Upacara tabot ini dilakukan setiap tahunnya oleh masyarakat bengkulu terutama oleh keturunan tabot dengan mengikuti kalender islam yaitu 1-10 muharram. Dan hingga saat ini kebudayaan tabot masih berlangsung.
SUMBER:
http://tabotbengkulu.com/
http://budayaindo.com/upacara-tradisional-tabot-bengkulu
http://www.antarabengkulu.com/berita/7926/tabot-bengkulu-perlu-dukungan-budaya-lokal














0 komentar:
Posting Komentar