Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

TUGAS SOFTSKILL
ILMU ALAMIAH DASAR





Siti Aufaa Ni Matin
18513527
1pa 10





Fakultas Psikologi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


I. Pendahuluan

1.1 Pengertian Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu alamiah dasar (IAD) merupakan salah satu komponen dari sejumlah Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). IAD mempermasalahkan struktur dan berlangsungnya dunia alam, dimana manusia pun dianggap sebagai bagian dari alam itu sendiri. Lingkungan hidup meliputi sejumlah kondisi ekstern di sekitar organisme yang ikut serta secara dekat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme yang bersangkutan.  IAD bukanlah suatu ilmu tersendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetauan alam dan pengetahuan.

1.2 Perkembangan Pikiran Alam Manusia 

A. Sifat Unik Manusia

     Bumi adalah tempat manusia hidup dan berisi dua macam makhluk, yaitu: benda yang bersifat anorganis(benda mati) dan makhluk yang bersifat organis (benda hidup). Benda mati tunduk pada hukum alam (deterministis), sedangkan makhluk hidup tunduk pada hukum kehidupan (biologis) dan masing- masing memiliki tingkat dalam perwujudannya. 

       Benda brsifat mati, tetap dan tunduk pada hukum alam, sehingga tidak memiliki prilaku (attitude). Benda tidak bergerak atas kemauan atau kekuatan sendiri melainkan oleh kekuatan luar. Makluk organis memiliki kehidupan sehingga mempunyai prilaku. Tumbuhan sebagai makluk terendah memiliki prikehidupan yang sederhana. Binatang yang lebih tinggi tingkatnya memiliki prilaku yang lebih baik. Manusia sebagai makluk tertinggi memiliki prilaku yang sempurna. Namun secara umum makluk- makluk tersebut memiliki beberapa prinsip yang sama antara lain, daya gerak, naluri untuk mempertahankan diri serta untuk mengembangkan keturunan.
     Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya sangat kuat. Umumnya dikatakan bahwa manusia berbeda dengan binatang karena akal budi yang dimiliknya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa.
Perbedaan Manusia dan Binatang:
1. Manusia dapat berpikir, sehingga merupakan makhluk yang cerdas atau bijaksana (Homo sapiens)
2. Manusia dapat membuat alat-alat dan memepergunakannya, sehingga disebut manuasia kerja ( Homo fabber)
3. Manusia dapat berbicara (Homo languens)sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan  melalui bahasa kepada manusia lain
4. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo socius)
5. Manusia dapat mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo aeconomicus)
6. Manusia menyadari adanya kekuatan gaiib yang memiliki kemampuan yang lebih hebat dari manusia, sehingga menjadi manusia berkepercayaan atau beragama (Homo religieus).

B. Rasa Ingin Tahu

      Dengan akal budi yang dimilikinya,, pada manusia timbul rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Rasa inign tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Dalam benaknya manusia selalu bertanya karena keingintahuannya : apa sesungguhnya (know what), bagaimana sesuatu terjadi (knowo how), dan mengapa demikian (know why) tentang benda dan peristiwa yang mendorong manusia duntuk memahami dan menjelaskan gejala-gejala alam , baik alam besar (makrokosomos)maupun alam kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkana masalah yang dihadapi, sehingga akhirnya mausia dapat menyimpulkan pengetauan.
      Rasa ingin tahu yang terus menerus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan pemberdaharaan pengetahuan pada manusia. Dengan meningkatnya kemampuan mengingat dan berpikir, manusia dapat mendayaguanakan pengetahuan terdahulu dan kemudian menggabungkan dengan pengetahuan yang baru sehingga menghasilkan pengetahuan yang lebih baru lagi.

1.3 Mitos Penalaran dan Cara Memperoleh Pengetahuan

      Pada awal prasejarah kemampuan manusia masih terbatas, baik keterbatasan pada peralatan maupun keterbatasan pemikiran. Keterbatsan peralatan menyebabkan pengamatan menjadi kurang seksama dan cara berfikir yang sederhana menyebabkan hasil pemecahan masalah memberikan kesimpulan yang kurang tepat. Dengan demikian pengetahuan  yang terkumpul belum bisa memberi kepuasan terhadap rasa ingin tahu manusia dan masih jauh dari kebenaran.
untuk menjawab rasa ingin tahu manusia menciptakan mitos. 
      Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno, seperti dewa atau manusia perkasa, yang ada kaitannya dengan apa yang terdapat di alam.
Dalam mitos sebenarnya manusia berusaha dengan sungguh-sungguhnyadan dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada, namun belum tepat karena kurangnya pengetahuan, sehingga orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa.

     Kegiatan untuk memperoleh dan menemukan pengetahuan yang benar disebut berpikir,sedangkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang benar disebut penalaran.
Dalam beberapa cara untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran:
1. Prasangka, pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan.
2. Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analistis, tidak berdasarkan pola berpikir tertentu. Pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai suatu peristiwa atau kebenaran, tanpa penurutan pikiran.
3. Coba-ralat atau trial and error, suatu cara untuk memperoleh pengetahuan coba-coba atau untung-untung.
Dalam memperoleh pengetahuan manusia memiliki berbagai macam cara ada dua pokok yaitu :
1. Empiris
empiris yaitu pengetahuan yg disusun menurut pengalaman, paham yg dikembangkan disebut Empiris. Bagi orang yang rasionalis mengatakn bahawa pengetahuan manusia itu diperoleh melalui penalaran rasional yg abstrak namun diperoleh melalui pengalaman yg kongkrit.
2. Rasionalisme
Rasionalisme yaitu suatu cara yg didasarkan pada suatu rasio. Pandangannya berpendapat bahwa rasio adalah sumber dan pangkal dari segala pengertian, dan rasiolah yang membawa orang pada kebenaran.
 
II. Metode Ilmiah

2.1 Membedakan Bagaimana Cara Memperoleh Pengetahuan yang Ilmiah dengan yang Tidak Ilmiah

     Kalau memperoleh pengetahuan dari opini/pendapat orang merupakan pengetahuan yang tidak ilmiah karena belum tentu dapat di pertanggungjawabkan atau dibuktikan, sedangkan metode ilmiah merupaakan metode yang bersifat empiris, sistematik dan obyektif.

22. Langkah- Langkah Operasional
 

            Langkah-langkah metode ilmiah:
1.Perumusan masalah
Yang dimaksudkan dengan masalah merupakan pertanyaan apa, mengapa, atau bagaimana tentang suatu objek yang diteliti. Masalah ini harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Penyusunan hipotesis
Merupakan jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaan yang diajukan, materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
3.  Pengujian hipotesis
Merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakan fakta-fakta tersebut mendukung hipotesis atau tidak.
4. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan didasarkan atas penilaian atau melalui analisis dari fakta untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan diterima atau tidak. Hipotesis di terima bila fakta yang terkumpul itu mendukung hipotesis tersebut.

2.3 Keunggulan dan Keterbatsan Metode Ilmiah



Keunggulan dan Keterbatsan Metode Ilmiah


1. Mencintai kebenaran yang objektif serta bersifat adil 
2. Keberanian ilmu yang absolute sehingga dapat dicari terus-menerus
3. Mengurangi kepercayaan terhadap tahayul, astrologi, maupun peruntungan
4. Ketidak sanggupannya menjangkau untuk menguji adanya Tuhan
5.  Membuat kesimpulan yang berkenaan dengan baik buruk atau sistem nilai 
6. Tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan
 

Sumber: 
Harmoni, Ati. 1992. Pengantar Ilmu Alamiah Dasar. Depok: Gunadarma


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar