Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PSIKOTERAPI # HOLISTIK

Siti Aufaa Nimatin
18513527
3pa02




Sejarah holistik dimulai sebelum istilah holism diperkenalkan oleh Jan Christiaan Smuts dalam bukunya “Holism and Evolution”. Holisme saat ini berkembang dalam istilah holistik, yang mengkombinasikan penyembuhan, seni, dan ilmu hidup. Holistik populer dengan cepat di tahun 70-an. 

penyembuhan holistik sangat dikenal sebagai pendekatan terbaik untuk menyeimbangkan kehidupan dan kesehatan seseorang dengan cara menyatukan aspek fisik, mental, dan spiritualnya sebagai manusia yang utuh.

Para praktisi holistik mempraktekkan prinsip hidup sehat lewat menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan roh untuk menyatu atau harmonis dengan alam yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketika satu bagian terganggu atau tidak bekerja dengan baik, akan mempengaruhi bagian yang lain. Plato juga pendukung pandangan holistik, menyarankan para dokter bahwa menghormati hubungan antara pikiran dan tubuh adalah sangat penting bagi kesehatan.

Di dalam pengobatan Holistik, individu akan dilatih supaya berkomunikasi dengan tubuh. Suatu ketidak harmonisan yang terjadi di dalam tubuh pasti akan disampaikan keluar oleh tubuh dalam bentuk gejala dan tanda. Jadi gejala dan tanda secara holistic tidak harus diredam, tetapi dipakai untuk pedoman mengetahui penyakit/ketidakseimbangan yang terjadi, dan gejala tadi akan hilang dengan sendirinya jika penyebab utamanya sudah teratasi.


  • Pengertian Diagnostik holistik:

Kegiatan untuk mengidentifikasi dan menentukan dasar dan penyebab penyakit (disease), luka (injury) serta kegawatan yang diperoleh dari alasan kedatangan, keluhan personal, riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan penunjang, penilaian risiko internal/individual dan ekstrenal dalam kehidupan pasien serta keluarganya.



  • Dasar Pemikiran Diagnostik Holistik:

Setiap kejadian penyakit dikemukakan dari multi aspek:

I. Aspek personal
Keluhan utama, harapan, dan kekhawatiran

II.  Aspek klinis
Bila diagnosis klinis belum dapat ditegakkan cukup dengan diagnosis kerja dan diagnosis

III. Aspek internal
Kepribadian seseorang akan mempengaruhi perilaku. Karakteristik peribadi amat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin,, pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, kultur, etnis, dan lingkungan.

IV. Aspek eksternal
Psikososial, dan ekonomi keluarga.

V. Skala fungsi sosial
Skala1: Tidak ada kesulitan, dimana pasien dapat hidup mandiri
Skala2: Pasien mengalami sedikit kesulitan
Skala3: Ada beberapa kesulitan, perawatan diri masih bisa dilakukan, hanya dapat melakukan kerja ringan
Skala4: Banyak kesulitan, tak melakukan aktifitas kerja, tergantung pada keluarga
Skala5:  Tak dapat melkukan pekerjaan

Source:
http://holisticindonesia.com/indonesian-tourist-hospital/halaman/2/sejarah-holistic-dan-rumah-sakit-holistic
http://tirtaamijaya.com/2010/09/03/mengenal-metoda-penyembuhan-holistik/
http://dokumen.tips/documents/diagnostik-holistik.html
https://www.google.co.id/search?q=psikoterapi+holistik&biw=1366&bih=657&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwi-6a-Et9bLAhVBkY4KHSccDBoQ_AUIBigB#imgrc=f5DLCHGczasJrM%3A
https://www.dokterkamu.com/pengobatan-holistik





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar