Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PSIKOTERAPI # TRANSPERSONAL




NAMA: Siti Aufaa Ni Matin
NPM: 18513527
KELAS: 3PA02
  • Penjelasan Psikologi Transpersonal

Psikologi Transpersonal dikembangkan pertama kali oleh para ahli yang sebelumnya mengkaji secara mendalam bidang humanistik seperti Abraham Maslow, C.G. Jung, Victor Frankl, Antony Sutich, Charles Tart dan lainnya. Dengan melihat dari para tokoh awalnya maka dapat diketahui bahwa psikologi transpersonal merupakan turunan langsung dari psikologi humanistik.

Secara    harafiah kata  transpersonal   berasal   dari   kata   ”trans”   =  melewati   dan ”personal”= pribadi.  Kepribadian dalam bahasa Inggris adalah  personality;  sementara personality  berasal dari kata persona yang berarti topeng. Transpersonal dalam banyak literatur   berarti   melewati   atau     melalui   "topeng",   dengan   kata   lain   melewati   tingkat personal.


Carl   Gustav   Jung  adalah tokoh  yang   penting   dalam  psikologi transpersonal. Dalam tulisannya tentang ketidaksadaran kolektif, Jung menyatakan bahwa ketidaksadaran   kolektif   dialami   oleh   semua   orang,   dan   melalui   hal   tersebut   manusia dihubungkan satu sama lain dalam cara yang sangat mendasar.
Tokoh yang menjuluki psikologi transpersonal sebagai ’kekuatan keempat dalam psikologi’, yang melengkapi tiga aliran besar yang telah ada sebelumnya: psikoanalisis, behavioristik, dan psikologi humanistik, adalah Abraham Maslow. Maslow menemukan bahwa   beberapa   orang   yang   mencari   aktualisasi   diri   mengalami   pengalaman   puncak (peak experience).



Pada   tahun   1968,   Maslow   menulis:   ”Saya   memandang   humanistik,   kekuatan psikologi ketiga menjadi transisi, persiapan menuju ke arah yang lebih tinggi, kekuatan keempat psikologi  yaitu  transpersonal,  transhuman,  yang  lebih  terpusat  pada  kosmos, bukan   pada   kebutuhan   dan   minat   manusia,   yang   berlangsung   melapaui   batas-batas kemanusiaan, identitas, aktualisasi diri, dan keinginan-keinginan”. Maslow   menemukan   bahwa   beberapa   orang   yang  mencari   aktualisasi   diri mengalami   pengalaman   puncak   (peak   experience)   atau   pengalaman   transenden, sedangkan yang lainnya tidak mengalaminya. Dapat dikatakan bahwa terdapat dua hal penting yang membedakan antara self actualisation dan self transcendence, sehingga hal ini   merupakan   titik   perpindahan   dari   psikologi   humanistik   ke   arah   psikologi transpersonal.

Yang membedakan antara psikologi humanistik dan psikologi transpersonal adalah didalam psikologi transpersonal lebih menggali kemampuan manusia dalam dunia spiritual, pengalaman puncak, dan mistisme yang dialami manusia. Beberapa kalangan berpendapat bahwa bidang spiritualitas dan kebatinan hanya didominasi oleh para ahli-ahli agama dan juga praktisi mistisme, namun ternyata dalam perkembangannya, kesadaran akan hal ini dapat diaplikasikan dan dibahas dalam ilmu pasti.
Psikologi transpersonal menguji beberapa konsep, beberapa di antaranya adalah (Walsh & Vaughan, 1993 dalam Davis, 2004): pengalaman puncak, self-transcendence, optimal   mental   health,   spiritual   emergence,   developmental   spectrum,  dan   meditasi.



  • Terapi Transpersonal

Kesadaran tahap transpersonal bisa dilihat melalui pendekatan pada aspek-aspek: self awareness (kesadaran diri), witness/observer (keluar diri untuk penilaian diri yang objektif), dan self actualization (meliputi pertanyaan : “apa yang mampu saya lakukan”, “ siapa saya sesungguhnya”, dan dimana menentukan peran-peran tertentu yang diambil oleh individu dalam hidupnya di tengah masyarakat). Terapi yang di gunakan menurut Beth Hedva, 2001, mengacu pada pendekatan : JUGIAN (tentang peran kesadaran koleratif, di samping kesadaran pribadi sebagai penentu arah), PSYCHOSYNTHESIS (penyatuan/perpaduan faktor-faktor psikis), Shamanic, Spiritual (misal: meditasi, intuisi, pengobatan alternatif) Mind Body Practices (misal NLP, Mind Mapping, Accelerated Learning, Psychodrama, Seni, Design, Warna, Suara dan gerakan yang menggunakan pikiran dan berpengaruh pada inner maupun body, misalnya : yoga, Taichi, dan dance.

Penting diperhatikan disini adalah tingkat kesadaran terapis. Untuk menentukan kesanggupan mental terapis dalam pengobatan dan penyembuhan, Menurut Margaret Mc Leod, 1999, dapat dilihat dari:


  1. Tingkat kepribadiannya atau kesadarannya ( misalnya mengetahui siapa dirinya, nilai-nilai yang dianut, mempunyai pengalaman yang terkait bidang psikologi dan terapi). 
  2. Tingkat pengetahuan 
  3. Tingkat keterampilan 
  4. Tingkat energi yang bisa dipindahkan (untuk pertukaran energi, meningkatkan kesadaran klien) melalui oleh pikiran, pernapasan, tanpa menyentuh secara fisik. Diperlukan sikap yang hangat, autentik, jujur, percaya, dan melayani dari terapis. Penyembuhan diri sendiri sebenernya juga bisa dihasilkan dari energi yang jernih. 
  5. Tingkat kebiasaan mengikuti bimbingan (termasuk disini kepekaan intuisi terapis dalam menghadapi permasalahan).

Kesadaran interpesonal menuntut seseorang untuk bersahabat dengan berbagai elmen kehidupan, termasuk lingkungan alam. Tidak bisa dipungkiri perbedaan pandangan dan perlakuan akan muncul di benak banyak orang mengingat kesadaran tahap itu terkait dengan jenis-jenis terapi yang melibatkan aspek spiritual dalam pengalaman hidup manusia yang tidak terpisahkan dari alam semesta, dimana termasuk didalamnya berbagai aktivitas yang lazim ditemui dalam ritual keagamaan maupun mistis

  • Kesimpulan

Dari hasil penelitian Telah dibuktikan bahwa Individu cenderung untuk tidak membicarakan pengalaman puncak mereka dengan orang lain. Alasan yang paling banyak adalah bahwa mereka merasa pengalaman itu bersifat sangat personal, intim, dan tidak ingin mereka bagi; bahwa mereka tidak mempunyai kata-kata yang memadai untuk menceritakannya; atau mereka ketakutan jika orang lain akan melecehkan pengalaman itu atau menganggap mereka tidak waras atau sejenisnya.

Psikologi transpersonal mengkombinasikan ketiga mazhab psikologi yang telah ada sebelumnya dengan cara mendialogkan semua teori dengan keadaan manusia sebagai makhluk spiritual. Meski selalu mendapat tentangan keras dari mereka yang beraliran positivis dan juga materialis dilain sisi psikologi transpersonal mendapatkan tempat yang baik dalam bidang akademik dengan dimulainya berbagai macam penelitian yang bertujuan mengkaji dimensi spiritual manusia, dengan ini maka era milennium ini yang disebut-sebut sebagai era aquarian benar-benar telah terwujud.


source:
Mujidin. (2005). Garis besar psikologi transpersonal: pandangan tentang manusia dan metode penggalian transpersonal serta aplikasinya dalam dunia pendidikan. Jurnal Humanitas: Indonesian Psychological, Vol. 2 No. 1 Januari 2005: 54-64.


Sulistami,  Ratna  D.(2006),  Erlinda  Manaf  Mahdi. Universal  Intelligence  Tonggak Kecerdasan    Untuk    menciptakan    Strategi    dan    Solusi    Menghadapi Perbedaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


http://psikologi.uin-malang.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/Psikoterapi-10-Transpersonal.pdf
http://www.psikoterapis.com/?en_memahami-tentang-psikologi-transpersonal,91
http://dokumen.tips/documents/1-pengantar-psikologi-transpersonal-55c2a4241e685.html 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar