Siti Aufaa Ni matin
18513527
3PA02
- Penjelasan Terapi Behavior
Gerald Corey menjelaskan bahwa behavior adalah pendekatan pendekatan terhadap konseling dan psikoterapi yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku. Pendekatan, teknik dan prosedur yang dilakukan berakar pada berbagai teori tentang belajar. Pelopor pelopor aliran Behavioristik pada dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar, oleh karena itu dapat diubah dengan belajar baru.
Terapi behavior adalah salah satu teknik yang digunakan dalam menyelesaikan tingkah laku yang ditimbulkan oleh dorongan dari dalam dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup, yang dilakukan melalui proses belajar agar bisa bertindak dan bertingkah laku lebih efektif, lalu mampu menanggapi situasi dan masalah dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Aktifitas inilah yang disebut sebagai belajar.
Corey (1977) dan George dan Cristiani (1990) yang dikutip oleh Latipun dalam bukunya Psikologi Konseling mengemukakan ciri ciri Terapi Behavior, yaitu:a. Berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifikb. Memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan terapeutikc. Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah kliend. Penafsiran objektif atas tujuan terapeutik
- Langkah-langkah terapi Behaviour:
Terapi Behavior beranggapan bahwa kondisi klien merupakan akibat dari stimulus konselor, dengan begitu konselor dalam setiap mengadakan konseling harus mempunyai langkah langkah yang jelas dan tepat untuk lebih mudah memberikan stimulus kepada klien, sehingga klien dengan mudah dan cepat merasakan stimulus yang diberikan.Sedangkan menurut Wingkel fasefase dalam proses konseling dalam layanan konseling individualnya yaitu:a. Pembukaan, membagun hubungan pribadi antara konselor dan konseling.1) Menyambut kedatangan konseli.2) Mengajak berbasabasi sebentar.3) Menjelaskan kekhususan dari berwawancara konseling.4) Mempersilahkan konseli untuk mengemukakan hal yang ingin dibicarakan.b. Penjelasan, menerima ungkapan konseli apa adanya serta mendengarkan dengan penuh perhatian. Berusaha menentukan jenis masalah dan pendekatan konseling yang sebaiknya diambil.c. Penggalian latar belakang masalah, mengadakan analisa kasus, sesuai dengan pendekatan konseling yang dipilih.d. Penyelesaian masalah, menyalurkan arus pemikiran konseli, sesuai dengan pendekatan konseling yang dipilih.e. Penutup, megahiri hubungan pribadi dengan konseli.1) Memberikan ringkasan jalannya pembicaraan.2) Menegaskan kembali ketentuan / keputusan yang ingin diambil.3) Memberikan semangat.4) Menawarkan bantuannya bila kelak timbul persoalan baru.5) Berpisah dengan konseli.Dari urain tentang fase/tahap dalam proses konseling diatas, fase 2,3,dan 4 merupakan inti proses konseling
- Teknik-teknik terapi behavior
Ada sejumlah teknik yang dapat dilakukan dalam terapi behavior, yaitu:sumber:
a. Desensitisasi SistematisDesensitisasi sistematis merupakan teknik relaksasi yang digunakan untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negatif biasanya berupa kecemasan, dan mnyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan dihilangkan dengan cara memberikan stimulus yang berangsur dan santai.b. Terapi ImplosifTerapi Implosif dikembangkan atas dasar pandangan tentang seseorang yang secara berulang ulang dihadapkan pada situasi kecemasan dan konsekuensi konsekuensi yang menakutkan ternyata tidak muncul, maka kecemasan akan hilang. Atas dasar itu klien diminta untuk membayangkan stimulus stimulus yang menimbulkan kecemasan.c. Latihan Perilaku AsertifLatihan perilaku asertif digunakan untuk melatih individu yang mengalami kesulitan untuk menyatakan dirinya bahwa tindakannya layak atau benar.d. Pengkondisian AversiTeknik pengkondisian diri digunakan untuk meredakan perilaku simptomatik dengan cara menyajikan stimulus yang tidak menyenangkan, sehingga perilaku yang tidak dikehendaki tersebut terhambat kemunculannya.e. Pembentukan Perilaku ModelPerilaku model digunakan untuk membentuk perilaku baru pada klien, memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada klien tentang perilaku model, baik menggunakan model audio, model fisik atau lainnya yang dapat teramati dan dipahami jenis perilaku yang akan dicontoh.f. Kontrak PerilakuKontrak perilaku adalah persetujuan antara dua orang atau lebih (konselor dan klien) untuk mengubah perilaku tertentu pada klien. Dalam terapi ini konselor memberikan ganjaran positif dipentingkandaripada memberikan hukuman jika kontrak tidak berhasil
http://digilib.uinsby.ac.id/10131/5/bab%202.pdf
http://www.psikoterapis.com/?en_metode-psikoterapi-yang-dipakai,16
http://dokumen.tips/documents/psikoterapi-behavioral.html








0 komentar:
Posting Komentar