TERAPI KELUARGA
Pengertian terapi keluarga:
Terapi keluarga adalah
salah satu bentuk intervensi psikologi keluarga sebagai sub bab pada psikologi
klinis. Terapi keluarga merupakan pendekatan terapeutik yang melihat masalah
individu dalam konteks lingkungan khususnya keluarga dan menitik beratkan pada
proses interpersonal. Tetapi keluarga merupakan intervensi spesifik dengan
tujuan membina komunikasi secara terbuka dan teraksi keluarga secara sehat.
Cara melakukan terapi keluarga:
Proses terapi keluarga
meliputi tiga tahapan yaitu fase 1 perjanjian, fase 2 kerja, fase 3 terminasi.
Fase Perjanjian Perawat
dan klien mengembangkan hubungan saling percaya, isu-isu keluarga
diidentifikasi, dan tujuan terapi ditetapkan bersama
Fase Kerja
Keluarga dengan dibantu oleh perawat sebagai terapis berusaha mengubah pola
interaksi di antara anggota keluarga, meningkatkan kompetensi masing-masing
individual anggota keluarga, eksplorasi batasan-batasan dalam keluarga,
peraturan-peraturan yang selama ini ada.
Fase Terminasi Di mana
keluarga akan melihat lagi proses yang selama ini dijalani untuk mencapai
tujuan terapi, dan cara-cara mengatasi isu yang timbul. Keluarga juga
diharapkan dapat mempertahankan perawatan yang berkesinambungan.
Manfaat:
Klien :
Mempercepat proses
penyembuhan
Memperbaiki hubungan
interpersonal
Menurunkan angka
kekambuhan
Keluarga :
Memperbaiki fungsi
& struktur keluarga
Keluarga mampu
meningkatkan pengertian terhadap klien sehingga lebih dapat menerima, toleran
& menghargai klien sebagai manusia.
Keluarga dpt
meningkatkan kemampuan dlm membantu klien dlm proses rehabilitasi
Efektifitas terapi keluarga:
Walau efektifitas dari terapi keluarga merupakan
komponen penting dalam proses pemulihan klien, integrasi terapi keluarga
memiliki tantangan sebagai berikut :
- Pertama, terapi keluarga lebih kompleks daripada pendekatan non-keluarga karena lebih banyak orang yang terlibat
- Kedua, perlu keterampilan dan pelatihan khusus untuk terapi keluarga yang berbeda dari lainnya.
- Ketiga, terapi keluarga selama ini sudah terbukti keberhasilannya.
Kasus yang ditangani:
Pada terapi keluarga kasus yang diselesaikanantara
lain, kenakalan remaja, hubungan perkawinan, hubungan ketidakharmonisan antara
anak dan orang tua, prestasi belajar pada anak, masalah antara saudara.
TERAPI KELOMPOK
Pengertian terapi kelompok:
Konsep
terapi kelompok (Group Psychotheraphy) menurut Shertzer dan stone di
definisikan sebagai aplikasi prinsip-prinsip terapeutik ke dalam dua atau lebih
individu secara bersamaan untuk mengklarifikasi konflik psikologis individu
sehingga individu dapat hidup secara normal. Terapi kelompok adalah modalitas
pengobatan yang melibatkan sekelompok kecil anggota dan satu atau lebih
therapistis dengan pelatihan khusus dalam terapi kelompok.
Tujuan terapi terapi kelompok:
- individualisasi
- mengembangkan rasa memiliki
- mengembangkan kemampuan dasar untuk berpartisipasi
- meningkatkan kemampuan untuk memberikan kontribusi pada keputusan-keputusan malalui pemikiran rasional dan penjelasan kelompok
- meningkatkan respek terhadap keberbedaan orang lain
- mengembangkan iklim social yang hangat dan penuh
Aturan Terapi Kelompok
- Biasanya terdiri atas 5-12 anggota kelompok.
- Terapi ini dipimpin oleh psikoterapis dan terdapat eorang pemimpin pendamping, terapi kelompok bekerja dengan banyak orang sekaligus (dalam setiap pertemuan).
- Waktu (min 1 atau 2x seminggu, 90-120 menit) .
- Terapi kelompok dapat berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan atau beberapa tahun dan biasanya dilakukan seminggu sekali.
- Format : duduk melingkar atau mengelilingi meja, anggota bisa berhadapan saling melihat
- partisipan : homongen atau heterogen : jenis kelamin, usia, problem.
- Bentuk kelompok : Terbuka atau tertutup.
- Aturan : kerahasiaan
- Proses kelompok, secara umum, menunjukkan pada pergerakkan kontinu, dinamis dan berarah-tujuan ; secara persis, proses kelompok mengacu pada aksi dan interaksi yang digunakan oleh suatu kelompok untuk berkembang dan memelihara identitasnya sebagai suatu kelompok dan pengaruhnya terhadap individu-iindividu yang menyusun kelompok.
Teknik-teknik terapi kelompok
- Melibatkan para anggotanya untuk terbuka dan aktif
- Terapis turut membantu klien untuk melepaskan segala kecanggungannya, agar lebih bisa terbuka dan menceritakan masalah yang dialaminya
- Berfokus pada satu topik permasalahan yang hendak diselesaikan pertama kali.









0 komentar:
Posting Komentar